Minggu, 08 April 2012

Perkembangan Teori Sel

Pandangan tentang sel telah ada sejak zaman Renaisance, berikut adalah tokoh beserta  perkembangan teori sel hasil temuannya :

  1. Aristoteles dan Paracelsus (Yunani, 384-322 SM) berpendapat bahwa sel hewan dan sel tumbuhan ditemukan pada sel sejenis.
  2. Conrad Gesner (Swiss, 1958) dengan menggunakan lensa pembesar telah menemukan struktur sel protista.
  3. Anthony Van Leeuwenhoek (Belanda, 1672-1723) berhasil membuat mikroskop dengan perbesaran sampai 300 kali dari ukuran sebenarnya dan dipergunakan untuk mengamati bentuk-bentuk bakteri pada gigi didapat bentuk basil, cocus, dan spiral. Leuwenhook juga mengamati sirkulasi darah pada kapiler selaput renang katak dan telinga kelinci, serabut otot yang terdapat dalam selaput mata (iris), protozoa seperti ciliate, rotivera, inrusoria dan foraminifera pada lambung udang. Selain itu juga mengamati bentuk sperma manusia, anjing, katak, ikan, sel darah manusia, burung, dan amphibi.
  4. Marcello Malphigi (Italia, 1628-1694) seorang ahli ilmu tumbuhan telah meneliti bagian akar dan batang tumbuhan dengan menggunakan mikroskop biasa dan ditemukan ruangan –ruangan kecil yang dibatasi selulosa.
  5. Robert Hooke (Inggris, 1635-1703) mengadakan pengamatan terhadap sel gabus kering dan didapatkan petak-petak kosong yang dibatasi oleh dinding yang dinamakan “sel”.
  6. Jan Swamerdam (Belanda, 1637-1680) dan Nehemiah Grew (Inggris, 1641-1712) mempelajari tentang struktur mikroskopik sel tumbuhan dan sel hewan.
  7. Rene Dutrochet (Perancis, 1817-1847) mengemukakan hasil penelitiannya bahwa jaringan hewan dan tumbuhan merupakan sekumpulan dari sel.
  8. Johanes Purkinje (Cekoslowakia, 1787-1869) berpendapat bahwa isi suatu sel adalah protoplasma. Protoplasma merupakan bahan embrional dari sel yang berupa gelatin dan dia namakan dengan sarcode.
  9. Felix Dujardin (1815-1887) berpendapat bahwa sel terdiri dari cairan yang disebut protoplasma.
  10. Hugo Von Mohl (1805-1872) berpendapat bahwa protoplasma merupakan substansi hidup pada sel.
  11. Robert Brown (Inggris, 1773-1858) menemukan nucleus pada epidermis serbuk sari dan bakal biji. Robert Brown juga mengemukakan konsep yang menyatakan bahwa sel yang bernukleus merupakan kesatuan dasar semua makhluk hidup (inti sel merupakan bagian yang penting dari sel). Robert Brown juga menemukan gerak protoplasma yang acak yang dinamakan dengan “gerak Brown”.
  12. Mathias J. Schleiden (Jerman, 1804-1881), berpendapat bahwa semua jaringan tumbuhan terdiri dari sel.
  13. Teodor Schwann (1810-1882) berpendapat bahwa semua jaringan hewan terdiri dari sel. 
  14. Rudolf Virchow (Jerman, 1821-1902) berpendapat bahwa sel berasal dari sel yang ada sebelumnya. Pernyataan Virchow dikenal dengan rumusan Omnis cellula et cellula. Rudolf Virchow juga berpendapat bahwa sel merupakan kesatuan structural dan fungsional dari makhluk hidup. Sel merupakan unit aktivitas biologi yang dibatasi membrane selektif permeable dan dapat berkembang biak dengan membelah diri. 
  15. Ellie Metchnikoff (1908) menemukan fagositosis bakteri, prosedur pengecatan bakteri, dan imunitas (kekebalan).
  16. Thomas Hunt Morgen (1933) menemukan peran kromosom dalam sifat-sifat keturunan.
  17. Hans Krebs (1953) menemukan siklus krebs.
  18. Frederick Sanger (1958) menemukan struktur protein insulin.
  19. James D. Watson dan Francis H. C. Crick (1962), menemukan peran ion Na+ dan K+ pada membrane sel saraf yang berperanan dalam proses penghantaran rangsang.
  20. Hamilton O. Smith (1978) menemukan enzim restriksi dan pemetaan gen.
  21. Paul Berg (1980) berhasil dalam pemetaan potongan DNA.
  22. Edmund B. Wilson (1925) berpendapat bahwa sel merupakan unit kehidupan terkecil, dalam bukunya The Cell in Development and Heredity.
  23. Max Verworn (Jerman, 1985) menyatakan dalam sebuah sel sebenarnya sudah dapat dipelajari fungsi-fungsi yang terdapat di dalam tubuh. Misalnya denyut jantung dipelajari dalam sel otot, penyerapan dipelajari pada sel epithelium, dan masalah sekresi dipelajari dalam sel kelenjar. 
Reference:
Slamet Santosa. 2008. Biologi Sel. Surakarta: UNS Press. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar